Masa transisi pergantian
kepemimpinan memang masa yang paling sulit, saya sudah beberapa kali merasakan
masa-masa sulit seperti ini. Pemimpin baru, pemikiran baru, ajaran baru,
program baru, pokonya semua serba baru bahkan muncul masalah baru.
Setiap rencana-rencana memang
indah kalau kita angan-angankan, tapi kembali lagi apakah kita siap untuk
menerima semua perubahan tersebut. Semua butuh proses, tidak ada perubahan yang
instan. Sebagai orang yang menjalaninya, apakah saya harus mengikutinya? Saya rasa
semua orang berhak untuk memilih mau ikut atau tidak.
Kalaupun menolak tentunya harus
didasari dengan alasan yang kuat, dan kalaupun menerima tentunya bukan sepenuhnya
kita menerima sumua ajaran baru itu (menyerahkan hak), manusia bukan robot yang
bergerak sesuai dengan algoritma yang diprogram penciptanya, manusia bebas untuk memilih jalannya sendiri untuk
sampai ke tujuan.
Finally, saya juga masih perlu
belajar untuk mengkondisikan diri saya di situasi sulit seperti ini. Pepatah
bilang “Pengalaman adalah guru terbaik”, saya berharap pengalaman yang pernah
saya alami tidak membuat saya jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya.
*vic*
Note: Semua tulisan ini hanya
opini/ cara berpikir saya, jadi kalaupun ada yang tidak sependapat, saya menghargai
pendapat Anda.
0 komentar:
Posting Komentar